4 tips sukses Micro Teaching

4 tips sukses Micro Teaching

Micro Teaching adalah suatu wadah bagi mahasiswa untuk melatih diri sebelum terjun ke dunia PPL. Maksud dan tujuan micro teaching adalah untuk membiasakan mahasiswa menghadapi iklim mengajar guru profesional. Dalam pelajaran micro teaching masing masing siswa diberikan kesempatan untuk mengajar didepan kelas dan di amati oleh Dosen mata kuliah. Jika ada kesalahan, maka dosen mata kuliah micro teaching akan membantu mahasiswanya agar menjadi lebih baik. Sebenarnya untuk menilai tes microteaching, penguji atau dosen hanya melihat pada 4 aspek besar yaitu :

  1. Membuka kelas
  2. Kemampuan Mengelola Kelas
  3. Penguasaan Materi
  4. Menutup Kelas

4 hal diatas adalah hal mutlak yang harus ada dalam micro teachig selain mempersiapkan rpp,dsb. Lanjut lagi dengan 4 hal diatas, berikut akan kami berikan informasi dan referensi tentang 4 hal tersebut yang kami olah dan kutip dengan sedikit perubahan dari hroen20.com atau http://www.hariuntung.com/  :

  1. MEMBUKA KELAS

Dalam membuka pelajaran, hendaknya jangan langsung tertuju pada materi, sempatkanlah diri untuk menyapa, mengucapkan salam, atau menceritakan materi yang akan disampaikan.

salah satu contohnya ” Selamat pagi anak anak ku tersayang, apa kabar? sudah siap untuk belajar? baiklah sebelum kita memulai pelajaran,hendaknya kita berdo’a terlebih dahulu…bla..bla..blbla “

Banyak yang bisa diucapkan setelah salam

  1. Saya akan presensi dulu ya.
  2. Semoga kalian semua sehat-sehat dan semangat untuk belajar
  3. Saya punya sedikit informasi dari koran yang saya baca hari ini … (sampaikan informasinya)
  4. Sampaikan pengantar materi. Misalnya, Anda memutuskan untuk mengambil materi unsur-unsur intrinsik karya sastra. Maka, jangan langsung, “Saya akan menjelaskan tentang unsur-unsur intrinsik. Unsur Intrinsik dibagi menjadi…. JANGAN SEPERTI ITU. Tetapi, sampaikan dahulu pengantar materi…

“Siapa diantara kalian yang suka membaca novel atau cerpen? Kalau kalian membaca novel atau cerpen, sebenarnya, apa sih yang kalian dapatkan dari kegiatan tersebut… maksudnya, apa yang membuat kalian menjadi tahu?”

INGAT… Anda sedang bersimulasi menjadi guru. Maka, Anda harus benar-benar bisa membayangkan ada siswa yang menjawab pertanyaan Anda. Maka ucapkan…

“Ya kalian benar semua, ketika membaca Novel, kita jadi tahu siapa tokohnya, apa temanya, latar tempatnya dimana, dan sebagainya. Hari ini, saya akan menjelaskan tentang unsur-unsur intrinsik

Pilih saja salah satu yang menurut Anda tepat. Atau, gunakan kreasi sendiri.

2. MENGELOLA KELAS

Sekali lagi, Anda sedang bersimulasi. Meskipun di hadapan Anda saat tes hanya ada tiga orang penguji, namun Anda tetap harus membayangkan Anda berada di depan siswa yang sedang mengikuti pelajaran Anda.

Ketika Anda sedang menerangkan materi… selingi dengan menegur siswa

  1. Bagaimana, sudah paham belum?
  2. Coba itu yang tidur, silakan cuci muka
  3. Miko Ryan, jangan ngobrol ya
  4. Sampai saat ini ada pertanyaan?
  5. Ada yang mempunyai pendapat lain?
  6. Apakah sudah paham?

Memang, tidak ada yang akan menanggapi sapaan Anda di atas, tetapi bagi penguji, itu sudah memberikan sedikit nilai, bahwa Anda menguasai kelas dan memperhatikan siswa.

3. PENGUASAAN MATERI

Beberapa kali saya temui, peserta tes pemula yang sangat terlihat kalau Ia tanpa persiapan sama sekali. Hanya bermodalkan buku paket dan kertas sesobek berisi sedikit rangkuman materi. Pada akhirnya, Ia akan gugup, grogi, mata terpaku ke kertas atau buku, gemeteran, jadinya kebanyakan senyum dan terakhir dia berkata, “Maaf Pak, Blank.”

Penguasaan materi sangat penting. Sadarilah, penyebab utama seorang guru grogi dan tidak yakin ketika menjelaskan materi adalah, karena tidak menguasai materi yang akan disampaikan. Guru yang tidak menguasai bagaimana cara membaca puisi, tentu akan berakibat Ia sendiri tidak PD ketika mengajarkan membaca puisi.

Tips:

  1. Hafalkan materi tes Microteaching Anda, Hafalkan. Jangan melihat lagi catatan atau buku yang Anda bawa. Penguji akan terkesan dengan penguasaan materi Anda.
  2. Sempatkan berlatih di rumah. Gestur dan cara Anda bergerak di depan penguji, akan sangat terlihat ketika Anda tampak ragu-ragu, grogi, tidak tenang, dan Kaku.
  3. Ucapkan materi dengan lantang. Bukan teriak-teriak, tetapi keras dan jelas. Perhatikan. Ketika sejak awal, Anda mengucapkan salam dengan lantang dilanjutkan menegur siswa dengan lantang namun hangat, maka telinga Anda akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda adalah orang yang percaya diri dan yakin.
  4. Jangan kebanyakan gerakan yang tidak perlu. Misalnya, mengucek-ngucek rambut, membetulkan tatanan rambut, merapikan pakaian, pegang-pegang hidung, memasukkan tangan ke saku celana, kerap membetulkan letak kacamata, berdiri dengan bertumpu pada satu kaki, bergerak maju mundur atau kanan kiri
  5. Jika di tempat Anda melakukan tes Microteaching terdapat sebuah papan tulis. MANFAATKAN… saran saya… MANFAATKAN. Bagi papan tulis menjadi dua bagian. Kecil dan besar. Tuliskan terlebih dahulu materi apa yang akan Anda ajarkan dan apa tujuan Anda mengajarkan materi itu pada bagian yang kecil. Dengan memanfaatkan papan tulis, Anda akan dinilai mampu memanfaatkan dan menggunakan media.

4. MENUTUP KELAS

Biasanya, peserta tes microteaching bingung kapan harus berhenti dan bagaimana caranya berhenti. Mudah. Begitu materi sudah selesai Anda sampaikan ucapkan saja. “Baik, itu tadi sekilas/materi/ tentang unsur intrinsik, Anggap saja kelas sudah berakhir. Setelah Anda selesai menyampaikan materi. JANGAN LUPA. Tanyakan lagi ke siswa, “Sampai sini, ada yang ingin bertanya? Bagimana? Sudah paham semua?”.

Yang terakhir, Anda harus melakukan evaluasi. Anda bisa sedikit memberikan kesimpulan dari materi, melakukan Tanya jawab kepada siswa (simulasi), atau sekadar menyampaik untuk mengerjakan tugas di buku paket halaman sekian.

Paling akhir banget, ucapkan “Jika tidak ada lagi yang ingin disampaikan Bapak ucapkan terima kasih, semoga hari ini menjadi hari yang terindah untuk semuanya. Berburu ke padang datar // Dapat rusa belang di kaki // Sama guru jangan kurang ajar // Rapot jeblok tanggung sendiri. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Demikianlah 4 hal yang harus dipersiapkan sebelum micro teaching, selain 4 hal diatas tentulah berdo’a adalah cara terbaik sebelum persiapan segala sesuatu…

Berikan komentar atau bagikan tulisan diatas sebagai bentuk terima kasih kepada penulis

Comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

6 Responses

  1. Hari Untung MaulanaJuly 23, 2016 at 10:01 PMReply

    pengumuman hroen20.com pindah ke hariuntung.com

    • Author

      PJV NetworkJuly 24, 2016 at 6:41 PMReply

      terima kasih atas pemberitahuannya, link akan kami update ke situs terbarunya mas Hari, 🙂

  2. sukardiOctober 8, 2016 at 8:05 AMReply

    Lumayan nih tips untuk praktek sbentar… mkasih

    • Author

      PJV NetworkOctober 12, 2016 at 6:01 PMReply

      oke,thanks..semoga bermanfaat. 🙂

  3. fathirOctober 24, 2016 at 8:01 PMReply

    terimakasih atas postingan nya, sangat bermanfaat sekali buat saya, semoga menjadi amal soleh penulis.. aamiin
    ijin copas

    • Author

      PJV NetworkNovember 5, 2016 at 4:04 PMReply

      silahkan,tapi jangan lupa sertakan link sumber ya 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: